Efek Samping Operasi Katarak

22 Feb

Efek Samping Operasi Katarak,- Katarak adalah suatu kondisi dimana terdapat bagian keruh pada lensa mata. Normalnya, lensa mata berupa struktur jernih dan tembus pandang. Pada penderita katarak, lensa yang keruh akan menimbulkan gangguan penglihatan seperti:

  • Penglihatan buram dan berkabut.
  • Sensitif terhadap cahaya. Terkadang ketika melihat lampu seperti ada lingkaran cahaya (halo).
  • Ketika melihat dengan satu mata, benda dapat terlihat ganda.
  • Saat melihat, warna benda dapat terlihat seperi kekuningan atau kecoklatan.
  • Lama-kelamaan penderita katarak akan sulit membedakan warna biru dan ungu.
  • Gangguan penglihatan ini bisa berangsur-angsur memburuk, sehingga dapat sering berganti-ganti kacamata.

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti mengapa katarak bisa terbentuk. Penuaan adalah satu satu faktor risiko katarak dan disebut katarak senilis.

Tidak hanya terjadi pada lansia, katarak pada usia muda, anak-anak, atau bayi baru lahir juga dapat terjadi. Penyebabnya antara lain infeksi kongenital, atau penyakit genetik lainnya. Selain itu, katarak dapat dipicu oleh trauma pada mata, terpapar sinar matahari dalam waktu lama, merokok, diabetes atau penggunaan obat-obatan tertentu.

Jalan satu-satunya untuk menyembuhkan penyakit ini adalah dengan melakukan operasi katarak. Tapi tak banyak yang tahu apa yang terjadi selama operasi katarak. Berikut adalah tahapan dan prosesnya.

Efek Samping Operasi Katarak

Apa Itu Operasi Katarak?

Secara umum, operasi katarak bertujuan mengganti lensa mata yang mengalami kekeruhan dengan lensa tanam berbahan plastik yang disebut lensa intra okular atau implan intra okular.

Baca juga:

Terdapat beberapa jenis/teknik operasi katarak, yaitu:

  • Phacoemulsifikasi, yaitu operasi dengan sayatan yang lebih kecil di dekat kornea. Selanjutnya, dimasukkan alat kecil dan dengan menggunakan getaran ultrasonik, lensa yang keruh akan dihancurkan. Lensa yang hancur kemudian disedot keluar dengan alat yang sama. Teknik ini merupakan yang paling umum dilakukan.
  • Operasi katarak dengan sayatan minimal (Microincision Cataract Surgery) merupakan teknik operasi untuk katarak yang berukuran kurang dari 1.8 m.
  • Operasi katarak ekstrakapsuler, yaitu operasi dengan sayatan yang cukup lebar pada mata, sehingga dapat mengambil lensa yang keruh secara utuh. Teknik ini diperuntukkan bagi mereka yang kataraknya sudah menutupi sebagian besar lensa mata. Setelah operasi, tenaga medis akan menyuntikkan obat di sekitar mata.
  • Operasi katarak intrakapsuler merupakan teknik yang jarang dilakukan. Teknik ini ditujukan bagi mereka yang mengalami trauma signifikan.

Dibutuhkan sayatan yang lebih besar dibandingkan dua teknik sebelumnya karena perlu mengangkat lensa sekaligus kapsul sekitarnya secara bersamaan. Setelah lensa yang keruh disingkirkan, dokter akan menggantinya dengan lensa buatan intra okular. Terdapat beberapa jenis lensa intra okular seperti berikut.

  1. Lensa torik, berguna untuk memperbaiki rabun jauh maupun astigmatisme atau silinder.
  2. Lensa monofokal dapat fokus hanya pada satu jarak, yaitu untuk mata rabun jauh.
  3. Lensa multifokal dapat fokus pada berbagai jarak, mulai dari jarak dekat,menengah, dan jauh.

Berapa Biaya Yang Harus Dibayar Untuk Sekali Operasi Katarak?

Seperti kebanyakan prosedur operasi, biaya atau tarif antara satu rumah sakit dengan rumah sakit lain bisa berbeda. Namun untuk kisaran harganya, adalah sekitar Rp 10 juta – 35 juta. Harga tersebut belum lagi ditambah dengan beberapa biaya lainnya seperti biaya sewa kamar selama di rumah sakit,

perawatan, biaya obat-obatan pasca operasi dan masih banyak lagi. Sampai saat ini operasi katarak menjadi yang paling efektif (dengan lebih dari 90% tingkat keberhasilan). Selain biayanya yang tidak sedikit, operasi katarak juga mempunyai beberapa risiko yang cukup berbahaya bagi kesehatan.

Efek Samping Operasi Katarak

Berikut adalah beberapa risiko operasi katarak dan komplikasinya, antara lain:

  1. Infeksi, Walaupun jenis risiko operasi katarak ini tidak umum, tetapi masih dapat terjadi karena kelalaian dalam teknik sterilisasi.
  2. Pendarahan, Tidak umum namun dapat terjadi dan kadangkala ini disebabkan karena penempatan pengirisan pada area kornea mata.
  3. Astigmatisme, Astigmatisme (mata silinder) dapat terjadi setelah operasi katarak, tetapi ini dapat diobati dengan lensa koreksi dan tidak mempengaruhi pengelihatan.
  4. Pembengkakkan Kornea, Disebabkan oleh respon dari mata ketika alat operasi dimasukkan kedalamnya. Biasanya tidak diketahui hingga beberapa jam setelah operasi dan dapat menyebabkan pengelihatan kabur.
  5. Glaukoma, Pertumbuhan glaukoma merupakan satu dari risiko potensial operasi katarak. Ini disebabkan karena sebagian dari cairan yang digunakan selama operasi tidak melewati sistem pengeringan alami mata sehingga menyebabkan tekanan di dalam mata yang ditandai dengan sakit kepala atau rasa sakit tajam di area mata. Tekanan ini dapat diredakan melalui pengobatan.
  6. Ablasio Retina (Retinal Detachment), Seseorang yang melakukan operasi katarak meningkatkan risikonya untuk menderita Ablasio Retina dan orang yang melakukan prosedur operasi laser setelah operasi katarak untuk mengobati jarak penglihatan lensanya akan mempunyai risiko yang lebih besar untuk menderita detasemen retina.

Perawatan Pasca Operasi

Pasca operasi, pasien selalu diharapkan dapat merawat diri dengan baik, terutama bagian mata yang baru saja dioperasi. Karena mata tak langsung bisa melihat secara sempurna dan sensitivitas terhadap cahaya masih sangat tinggi, penglihatan bakal masih buram dan bahkan akan ada rasa gatal di area mata. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda ikuti dan lakukan supaya mata pulih total.

  • Jangan menyentuh mata.
  • Pakailah tetes mata yang diresepkan dokter secara teratur dan tepat demi membuat rasa tak nyamannya berkurang.
  • Hindari sebisa mungkin paparan air atau sabun maupun debu ke dalam mata.
  • Pada umumnya, pasca operasi katarak Anda diminta untuk mengenakan kacamata rabun jauh atau rabun dekat, atau bisa juga kombinasi keduanya. Bila ya, silakan gunakan sesuai anjuran dokter karena biasanya lensa implan tak bisa fokus di jarak tertentu.

Itulah sekilas informasi mengenai efek samping operasi katarak yang harus Anda ketahui. Semoga artikel ini bermanfaat dan terima kasih telah berkunjung…

Artikel lainnya:

Ciri-Ciri Mata Katarak
Anjuran Makanan Penderita Katarak

Salam Sehat by: Penyakit Tipes

Efek Samping Operasi Katarak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *