Deteksi Dini Penyakit Hidrosefalus Pada Bayi

10 Okt

Deteksi Dini Penyakit Hidrosefalus Pada Bayi ,- Penyakit hidrosefalus terjadi akibat dari kelebihan cairan yang ada di rongga otak yang di derita sekitar 500 anak dan bisa dideteksi ketika bayi masih ada dalam kandungan

Semua manusia memiliki cairan yang disebut dengan cairan serebrospinal (CSF) yang ada didalam dan sekitar otak dan juga sumsum tulang belakang, cairan ini sebagian besar terkandung dalam sistem pipa internal yang dikenal sebagi sistem ventrikel. Jika terlalu banyak cairan didalam otak maka akan mengakibatkan adanya penyakit hidrosefalus.

Hidrosefalus adalah suatu kondisi yang terjadi saat cairan menumpuk di tengkorak dan menyebabkan otak membengkak. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan perkembangan, fisik, dan intelektual. Hal ini membutuhkan perawatan untuk mencegah komplikasi yang serius.

Deteksi Dini Penyakit Hidrosefalus Pada Bayi

Deteksi Dini Penyakit Hidrosefalus Pada Bayi

Pemicu terjadinya penyakit hidrosefalus pada bayi belum diketahui dengan jelas, namun secara umum penyakit ini dapat disebabkan oleh cacat genetik, pendarahan pada janin saat berada dalam kandungan, adanya infeksi pada ibu seperti toksoplasma atau sifilis, serta mengalami cacat lahir seperti spina bifida.

Deteksi dini yang bisa dilakukan ketika bayi masih dalam kandungan ialah dengan melakukan pemeriksaan ultrasound pralahir antara usia kehamilan 15 dan 35 minggu, dokter anda akan melihat apakah ventrikel di otak bayi membesar dan apakah terjadi peningkatan tekanan di dalam otak.

Biasanya, MRI janin dilakukan di samping melihat gambar otak yang lebih rinci. Hal ini dapat mengungkapkan alasan anatomis untuk hidrosefalus. Kadang-kadang, ultrasound dan MRI menunjukkan peningkatan kadar cairan serebrospinal di dalam otak tanpa bukti adanya peningkatan tekanan pada otak. Kondisi ini disebut sebagai ventriculomegaly dan sebenarnya lebih umum daripada hidrosefalus. Ventriculomegaly biasanya disebabkan oleh cedera otak atau perkembangan yang tidak tepat. Penyakit hidrosefalus pada bayi dalam kandungan disebabkan oleh sitem ventrikel yang tersumbat atau terjadinya penyempitan, serta akibat dari otak yang tidak berkembang secara normal, dan ventrikel lebih besar dari biasanya.

Sedangkan bila penyakit hidrosefalus sudah menyerang bayi yang telah dilahirkan akan menyebabkan bayi menjadi sangat rewel, banyak tidur, sering muntah. Untuk itu hidrosefalus bisa dideteksi lewat pemeriksaan USG saat bayi berusia sekitar 6-7 bulan dengan cara mengukur lingkar kepala janin. Semakin cepat kondisi ini ditemukan dan diobati, dampak kerusakan jangka panjang bisa dicegah.

Cairan yang diakibatkan dari penyakit hidrosefalus akan mengelilingi otak bayi anda yang disebut dengan cairan serebrospinal. Bila terlalu banyak cairan, tengkorak menjadi lebih besar. Saat tengkorak bayi meningkat, ada tekanan ekstra yang ada di otak. Semua tekanan ekstra ini mempengaruhi bagaimana otak bayi berkembang.

Demikianlah sedikit informasi mengenai Deteksi Dini Penyakit Hidrosefalus Pada Bayi semoga bisa amemberikan manfaat bagi kita semua.

Dan bagi anda yang sedang mengalami masa kehamilan dan si janin yang ada dalam kandungan mengalami penyakit hidrosefalus, kami sarankan kepada anda untuk mengonsumsi Jelly Gamat Rasa Jeruk (G-SEA) yang mampu mengatasi dan mempercepat dalam penyembuhan penyakit hidrosefalus baik itu bagi bayi maupun janin.

Informasi Selengkapnya Klik >> Obat Alami Penyakit Hidrosefalus

 

Salam By : Obat Penyakit Tipes

 

 

Deteksi Dini Penyakit Hidrosefalus Pada Bayi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *