3 Fase Demam Berdarah

29 Mei

3 Fase Demam Berdarah,- Penyakit demam berdarah seringkali muncul saat musim pancaroba dengan cuaca yang tidak menentu membuat Anda harus lebih hati-hati dengan penyakit demam berdarah. Demam berdarah atau demam dengue (DBD) merupakan sebuah penyakit infeksi yang disebabkan oleh infeksi nyamuk Aedes aegypti. Di mana nyamuk ini akan menularkan virus kepada pengidap, melalui air liurnya dengan cara mengigit manusia pada waktu siang hari.

3 Fase Demam BerdarahJika tidak diobati dengan tepat, penyakit DBD dapat merusak paru-paru, hati, jantung, serta menurunkan tekanan darah hingga ke tingkat yang dapat menyebabkan KEMATIAN.

Selain mengetahui gejala demam berdarah dan pertolongan pertamanya, Anda juga perlu tahu fase-fase demam berdarah yang biasa dialami ketika seseorang terjangkit virus ini. Fase demam berdarah dikenal juga dengan “Siklus Pelana Kuda”. Istilah Siklus Pelana Kuda sendiri dibuat untuk memudahkan masyarakat dalam mengenal grafik naik-turun panas yang dialami oleh penderita DBD. Agar Anda dapat lebih waspada terhadap demam berdarah, sangat penting untuk mengenali 3 fase demam berdarah atau siklus pelana kuda┬áberikut ini. Yuk simak.

3 Fase Demam Berdarah

3 Fase Demam Berdarah

1. Fase Demam

Pada fase ini, penderita akan mengalami demam tinggi selama 5-7 hari. Fase ini ditandai dengan adanya demam tinggi, nyeri di belakang mata, pusing, mual, dan muntah. Dokter akan memantau jumlah keping darah (trombosit), karena biasanya jumlah trombosit mengalami penurunan dengan cepat. Jumlah trombosit dapat menurun hingga mencapai angka kurang dari 100.000/mikro liter darah. Penurunan jumlah trombosit ini terjadi sangat cepat, yaitu hanya dalam dua hingga tiga hari.

Untuk mencegah hal negatif lainnya, penderita demam berdarah dianjurkan untuk memperbanyak minum air putih untuk membantu menurunkan suhu tubuh dan mencegah terjadinya dehidrasi. Pasien juga harus terus dipantau karena hal ini rentan untuk memasuki fase kritis.

2. Fase Kritis

Setelah melewati fase demam, pasien demam berdarah akan mengalami fase kritis. Pada fase ini suhu tubuh mulai turun, dan Anda tidak lagi mengalami demam tinggi. Namun, justru ini merupakan fase yang paling berbahaya. Sebab, ada kemungkinan terjadi kebocoran plasma darah yang tidak terdeteksi atau terjadi perdarahan. Keduanya berpotensi mengancam jiwa.

Fase kritis dapat terjadi pada 3-7 hari sejak mengalami demam dan berlangsung selama 24-48 jam. Pada masa ini, cairan tubuh harus dipantau ketat. Diusahakan agar pasien tidak mengalami baik kekurangan cairan maupun kelebihan cairan. Biasanya pemantauan dokter terhadap pasien yang mengalami fase kritis akan lebih ketat sampai fase ini selesai dan pasien memasuki masa penyembuhan.

Pada beberapa kasus, kondisi pasien DBD tidak segera membaik pada masa fase kritis. Jika demikian, pasien dapat mengalami syok, di mana terjadi penurunan kondisi pasien, seperti penurunan tekanan darah, denyut nadi yang cepat tapi lemah, serta perdarahan pada kulit dan atau pada rektum. Kondisi ini, apabila tidak ditangani dengan baik dan segera, dapat berujung pada kematian.

3. Fase Penyembuhan

Setelah melewati fase kritis, pasien akan memasuki fase penyembuhan. Fase penyembuhan akan terjadi sekitar 48-72 jam setelah fase kritis. Di fase ini, cairan dari luar pembuluh darah akan kembali masuk ke dalam pembuluh darah. Oleh karena itu, sangat penting menjaga cairan yang masuk tidak berlebihan. Cairan yang berlebihan masuk ke dalam pembuluh darah dapat membahayakan pasien pada fase ini. Pasien dapat meninggal akibat gagal jantung dan edema paru. Apabila keseimbangan cairan baik, maka perbaikan kondisi penderita DBD akan tampak dengan meningkatnya selera makan, merasa lebih baik dan lebih aktif. Jumlah trombosit akan meningkat dengan cepat hingga mencapai angka sekitar 150.000/mikro liter darah, sampai kemudian kembali ke jumlah normal.

Yang perlu diingat, ketiga fase ditas mengalami jangka waktu berbeda-beda pada setiap orang. Kasus demam berdarah paling banyak mengancam jiwa anak-anak karena proses kebocoran pembuluh darah yang hebat dan tidak tertangani dengan cepat dan tepat. Untuk itu bagi kita semua terutama bagi ibu yang memiliki anak-anak sangat penting untuk mengamati anak-anak jika sedang terserang demam.

Kunci utama untuk menurunkan kemungkinan komplikasi atau kematian pada penderita demam berdarah adalah dengan memberikan asupan yang dapat menaikkan jumlah trombosit pada saat memasuki fase kritis. Salah satu caranya adalah dengan mengkonsumsi jambu biji merah.

Demikianlah informasi mengenai 3 fase demam berdarah yang harus Anda ketahui dan waspadai sejak dini. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah berkunjung….

Bagi Anda yang ingin cepat sembuh dari DBD dan sedang mencari pengobatan alternatif yang AMPUH dengan REAKSI CEPAT, AMAN dan TANPA EFEK SAMPING, Anda bisa kunjungi >> Obat Herbal Demam Berdarah

3 Fase Demam Berdarah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *